http://www.makepovertyhistory.org THE ROAD TO PARADISE: IT Society
NAVIGATION: | HOME| | ABOUT ME | | ABOUT LOVE | | TIPS N TRICKS | | DOWNLOAD |
Tampilkan postingan dengan label IT Society. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IT Society. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 Januari 2009

Kepedulian Pemerintah Terhadap Data

Jika kita berbicara Data Pemerintah maka kembali lagi ke topik "E Govermence" yang pernah saya tulis sebelumnya. Pada umumnya pemerintah Indonesia sudah peduli terhadap penggunaan data dan pemanfaatannya. Halnya saja dirasa cukup kurang, mengapa? Karena data yang dipublikasikan masih kurang up to date dan kurang fair dengan isi containsnya (bagus-bagusin Indonesia banget). Gag ada salahnya sich untuk hal itu wong situs situs dia kok. Yang jadi masalah disini pemerintah kurang memaksimalkan data dalam pengelolaan negara. Kedepan saya harap situs pemerintahan dapat lebih baik, jika perlu ada video conferencing untuk masyarakat Indonesia agar pelayanan dapat lebih baik. Dan saya harap situs situs pemerintahan itu segera disosialisikan ke masyarakat, agar masyarakat dapat berkecimpung serta membangun situs tersebut.

Terimakasih.

Strategi Komputerisasi

Di era hidup yang praktis ini kita dituntut untuk dapat menyelesaikan tugas dengan cepat dan tepat. Untuk itu kita harus menguasai strategi komputerisasi. Strategi Komputerisasi disini bukan strategi perang warcraft ataupun starcraft melainkan suatu peralihan sistem yang tadinya dikerjakan secara manual beralih ke penggunaan teknologi komputer guna meningkatkan efektifitas dan efesiensi waktu penyelesaian tugas.

Komputer, hari gini siapa sich yang gag kenal komputer? Komputer merupakan kesatuan alat canggih yang dapat membantu menyelesaikan tugas-tugas manusia. Mereka yang ingin sukses harus menguasai strategi komputerisasi ini khususnya pelaku-pelaku bisnis ataupun perusahaan. Strategi Komputerisasi juga erat kaitannya dengan internet, dengan internet bisnis akan lebih mudah dengan memanfaatkan e-commerce. Intinya sich mau bersaing didunia bisnis? Kuasailah Jurus Strategi Komputerisasi...

Selasa, 20 Januari 2009

SIM Nas

SIM Nas atau Sistem Informasi Nasional merupakan suatu inisiatif yang dilakukan dalam rangka mengembangkan infrastruktur sistem informasi pemerintahan secara terpadu dan mengintegrasikannya dalam satu kesatuan yang utuh dalam rangka mendukung pencapaian Good Governance.

Secara umum definsi Sisfonas tidak akan pernah lepas dari definsi sistem
informasi yaitu „ Pengelolaan informasi berdasarkan alur kerja/proses bisnis
yang sesuai dengan azas efisiensi dan efektivitas dalam rangka
pencapaian tujuan organisasi“, sedangkan Sisfonas memiliki definisi yaitu „
Pengelolaan informasi diseluruh tingkatan pemerintah secara sistematis
dalam rangka penyelenggaraan pelayanan kepada masyarakat“, kedua hal
tersebut akan melandasi definisi e-government sebagai muara dari seluruh
inisiatif yaitu, Penyelenggaran pemerintahan berbasis elektronik (Teknologi
Informasi) untuk meningkatkan kinerja pemerintah dalam hubungannya
dengan masyarakat, komunitas bisnis dan kelompok terkait lainnya menuju
good governance".

Beberapa kata kunci pengembangan SIM Nas

  1. Integrasi : Pengintegrasian seluruh aplikasi yang
    telah maupun akan dimiliki oleh setiap instansi baik di tingkat pusat maupun daerah kedalam satu simpul jaringan informasi yang disediakan oleh Kementerian Kominfo sebagai fasilitator untuk menghubungkan sistem informasi antar lembaga dan antara pusat serta daerah.
  2. Simpul Informasi : Berkumpulnya jalinan integrasi antar
    lembaga dimasing-masing tingkatan pemerintahan baik dipusat maupun
    daerah sesuai dengan tingkatan daerahnya masing-masing.
  3. Infrastuktur : Landasan teknis sistem informasi
    menyangkut jaringan komunikasi data diantara sistem informasi secara
    terintegrasi dan tidak hanya berupa fisik jaringan berupa kabel, router, switch dan berbagai metode lainnya, tetapi juga menyangkut masalah Topologi, Domain, IP Address, Security, Aksesibilitas, Bandwith, Pengaturan kanal dan
    aspek teknis serta nonteknis lain yang berkaitan erat dengan jaringan
    komunikasi data.
  4. Infostruktur : Infostruktur menyangkut kepada muatan data sebagai sumber informasi yang diolah melalui suatu proses didalam sistem informasi.
  5. Cetak Biru : Gambaran desain sistem informasi secara konseptual ideal
    yang menggambarkan desain secara komprehensif menyangkut arus
    informasi mulai dari pemasukan, pengolahan hingga presentasi data menjadi suatu informasi.
  6. Solusi Pentahapan : Solusi pentahapan adalah penjabaran cetak biru yang telah disusun sebelumnya dengan melihat kepada kondisi dan situasi dilapangan dimana
    sebelumnya dilakukan pemetaan atas sistem informasi yang ada saat ini
    beserta kebutuhan yang ada sehingga dapat dipotret secara jelas mengenai kondisi dan kebutuhan sistem informasi yang ada disetiap instansi baik dipusat maupun daerah.
  7. Pilot Proyek : Implementasi secara terbatas atas TOR sebagai media
    pengujian sistem untuk mengantisipasi setiap kemungkinan yang terjadi baik
    pada saat implementasi maupun operasi dilapangan.
  8. Implementasi : Penerapan sisfonas yang telah lulus uji dalam
    pilot proyek dilokasi-lokasi operasional secara bertahap mulai dari tingkat
    pusat, propinsi hingga kabupaten/kota dengan memperhatikan prioritas
    implementasi yang berdasarkan kemampuan infrastruktur, beban kerja dan
    kompleksitas permasalahan

Jumat, 19 Desember 2008

E - Goverment

Wah wah wah, setelah ada e-commerce, e-learning, e-book, sekarang ada lagi e-goverment. Berkaitan erat dengan artikel Bank Data Nasional yang telah saya tulis sebelumnya. E-goverment disini maksudnya pelayanan pemerintahan yang dapat diakses secara online melalui internet. Tujuannya, tentu saja untuk meningkatkan hubungan pemerintah dengan pihak-pihak lain. Dengan penggunaan Teknologi Informasi ini diharapkan dapat meningkatkan hubungan antara pemerintah-masyarakat sipil, pemerintah-pengusaha, pemerintah-agensi perhubungan.

Seberapa penting adanya e-goverment ini dan sudah sejauh mana penggunaannya di Indonesia? Di zaman yang sudah serba cepat ini, sistem birokrasi di Indonesia masih saja bertele-tele. Saya pribadi pernah mengalaminya sewaktu mengurus pembuatan KTP, prosedurnya ribet banget! Kalau mau cepat harus ada uang pelicinnya, sekitar Rp.20.000,00-Rp100.000,00. Itukan lembaga pemerintahan dimana seharusnya yang menjadi raja adalah masyarakat, tetapi kenyataannya? Dan juga dengan adanya sistem terpola ini diharapkan tidak ada lagi orang yang memiliki identitas ganda.

Sudah saatnya Indonesia mempunyai banyak layanan pemerintahan online yang berbasiskan web. Dengan adanya e-goverment masyarakat atau perusahaan tidak perlu lagi harus menunggu kantor pemerintahan dibuka, karena e-goverment ini melayani servis 24 jam nonstop!. Pemberdayaan masyarakat dari hasil yang mudah diperoleh, contoh : data-data tentang Universitas (kapasitas yang tersedia, fakultas/jurusan apa yang dibuka, serta tingkat akreditasnya, dll) dengan ini dapat membantu orangtua yang sedang pusing memilih Universitas yang cocok untuk anaknya. Peningkatan hubungan antara pemerintah, pelaku bisnis, dan masyarakat umum. Adanya keterbukaan (transparansi) maka diharapkan hubungan antara berbagai pihak menjadi lebih baik. Keterbukaan ini menghilangkan saling curiga dan kekesalan dari kesemua pihak. Kedepan diharapkan adanya tanya jawab, koordinasi, diskusi melalui video conferencing.

Apakah sudah ada e-goverment di Indonesia? Sudah, semisal saja situs portal ini berisi informasi mengenai Indonesia secara umum. Juga, hasil pemilu 1999 secara online dan sistem perpajakan yang dapat dibayar secara online merupakan wujud implementasi e-goverment di Indonesia.

Adanya e-goverment ini tidak hanya jadi tanggungjawab pemerintah saja, masyarakat umum juga dapat mengorganisirnya. Dan e-goverment haruslah ter up to date serta data yan disampaikan haruslah relevan dan valid. Serta pemerintah harus segera menyosialisasikannya ke masyarakat, pengusaha maupun pelaku bisnis. Kapan harus dimulainya? "Sekarang donk, kapan lagi?!"

Terimakasih
Referensi :
-Membangun e-goverment, By : Budi Raharjo
-The World Bank Group, “E*Government Definition”.

Bank Data Nasional

FAQ (Frequently Asked Questions) National of Bank Data
Tanya Jawab Seputar Bank Data Nasional :

Tanya : Bank Data Nasional? Apa tuch?
Jawab : Sekumpulan data dari berbagai perusahaan atau lembaga yang tersimpan didalam database Bank Nasional.
Tanya : Perusahaan atau lembaga saja yang tergabung dalam Bank Data Nasional ini?
Jawab : Salah-satunya BPS (Biro Pusat Statistik), perpajakan, DepKomInfo, dll.
Tanya : Data apa saja yang disimpan Bank Data Nasional?
Jawab : Sebuah Bank Data Nasional biasanya berisi data masyarakatnya, luas wilayah, komoditas, dll.
Tanya : Perlu tidak Bank Data Nasional?
Jawab : Perlu! Salah-satunya agar tidak ada lagi orang yang memiliki identitas (KTP) ganda, karena dengan ini sistem birokrasi dapat terpusat pada satu sistem.
Tanya : Bagaimana sikap pemerintah dalam hal Bank Data Nasional?
Jawab : Lemah, kurang tersosialisasikan situs ini, data yang dipapar masih kurang up to date, karena data sebagian diambil dari 1 tahun sebelumnya.

Terimakasih

Minggu, 07 Desember 2008

Inilah Definisinya!

ASCII (American Standard Code for Information Interchange) <=> Standar yang berlaku di seluruh dunia untuk kode berupa angka yang merepresentasikan karakter-karakter, baik huruf, angka, maupun simbol yang digunakan oleh komputer. Terdapat 128 karakter standar ASCII yang masing-masing direpresentasikan oleh tujuh digit bilangan biner mulai dari 0000000 hingga 1111111.

Bandwidth <=> Besaran yang menunjukkan seberapa banyak data yang dapat dilewatkan dalam koneksi melalui sebuah network.

CGI (Common Gateway Interface) <=> Sekumpulan aturan yang mengarahkan bagaimana sebuah server web berkomunikasi dengan sebagian software dalam mesin yang sama dan bagaimana sebagian dari software (CGI Program) berkomunikasi dengan server web. Setiap software dapat menjadi sebuah program CGI apabila software tersebut dapat menangani input dan output berdasarkan standar CGI.

DSL (Digital Subscriber Line) <=> Sebuah metode transfer data melalui saluran telepon reguler. Sirkuit DSL dikonfigurasikan untuk menghubungkan dua lokasi yang spesifik, seperti halnya pada sambungan Leased Line (DSL berbeda dengan Leased Line).

E-Mail (Electronic Mail) <=> Pesan, biasanya berupa teks, yang dikirimkan dari satu alamat ke alamat lain di jaringan internet meskipun offline.

Firewall <=> Kombinasi dari hardware maupun software yang memisahkan sebuah network menjadi dua atau lebih bagian untuk alasan keamanan.

Gateway <=> Dalam pengertian teknis, istilah ini mengacu pada pengaturan hardware maupun software yang menterjemahkan antara dua protokol yang berbeda. Pengertian yang lebih umum untuk istilah ini adalah sebuah mekanisme yang menyediakan akses ke sebuah sistem lain yang terhubung dalam sebuah network.

HTML (Hypertext Markup Language) <=> Merupakan salah satu varian dari SGML yang dipergunakan dalam pertukaran dokumen melalui protokol HTTP.

ISDN (Integrated Services Digital Network) <=> Pada dasarnya, ISDN merupakan merupakan jalan untuk melayani transfer data dengan kecepatan lebih tinggi melalui saluran telepon reguler. ISDN memungkinkan kecepatan transfer data hingga 128.000 bps (bit per detik). Tidak seperti DSL, ISDN dapat dikoneksikan dengan lokasi lain seperti halnya saluran telepon, sepanjang lokasi tersebut juga terhubung dengan jaringan ISDN.

Network <=> Dalam terminologi komputer dan internet, network adalah sekumpulan dua atau lebih sistem komputer yang digandeng dan membentuk sebuah jaringan. Internet sebenarnya adalah sebuah network dengan skala yang sangat besar.

POP (Post Office Protocol) <=> Protokol standar yang digunakan untuk mengambil atau membaca email dari sebuah server. protokol POP yang terakhir dan paling populer digunakan adalah POP3. protokol lain yang juga sering digunakan adalah IMAP. Adapun untuk mengirim email ke sebuah server digunakan protokol SMTP.

TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol) <=> Satu set protokol standar yang digunakan untuk menghubungkan jaringan komputer dan mengalamati lalu lintas dalam jaringan. protokol ini mengatur format data yang diijinkan, penanganan kesalahan (error handling), lalu lintas pesan, dan standar komunikasi lainnya. TCP/IP harus dapat bekerja diatas segala jenis komputer, tanpa terpengaruh oleh perbedaan perangkat keras maupun sistem operasi yang digunakan.

Upstream <=> Istilah yang merujuk kepada kecepatan aliran data dari komputer lokal ke komputer lain yang terhubung melalui sebuah network. Istilah ini merupakan kebalikan dari downstream.

Pengangguran IT

Kalau boleh saya angkat bicara, pengangguran menjadi musuh banyak pihak, menakutkan siapa saja tidak terkecuali dalam dunia Teknologi Informasi (IT). Banyak hal yang membuat profesi IT menjadi pengangguran, padahal profesi IT saat ini menduduki peringkat teratas yang dibutuhkan oleh perusahaan. Tapi mengapa masih banyak lulusan IT menjadi pengangguran?

Profesi IT merupakan profesi yang bisa dibilang versatilis, mengingat profesi IT dapat diterapkan tanpa harus melalui sebuah pendidikan khusus (Universitas), tidak seperti profesi yang lain seperti profesi pengacara, dokter, atau bahkan pegawai negeri seperti guru merupakan profesi yang harus ditempuh melalui sebuah pendidikan khusus. Sementara profesi IT dapat ditempuh "walau hanya menempuh pendidikan informal". Banyak lembaga kursus yang menawarkan pelatihan untuk bidang IT, seperti programmer, web design, jaringan cisco, database oracle, dll. Sementara apakah profesi seperti dokter ataupun pengacara ada lembaga kursusnya? jawabannya adalah tidak!

Banyaknya lulusan IT dari pendidikan informal membuat profesi dipandang sebelah mata. Padahal apalah arti sebuah perusahaan tanpa orang IT didalamnya?

(THIS ARTICLE IS UNDER CONSTRUCTION)

Minggu, 30 November 2008

Pembajakan Yes Or No??

Cemas, khawatir, malu mengetahui ternyata negeri tercinta saya ini mendapatkan peringkat kelima terbesar dalam hal pembajakan software. Sadar atau tidak, pembajakan software justru bukan membawa keuntungan melainkan membuat kerugian negara ini rugi hingga miliaran dolar per tahunnya.



Sebetulnya bukan hanya itu saja kerugiannya, pembajakan software dapat turut menghalangi kreasi anak bangsa kita yang bergerak dibidang IT!
Perwakilan Microsoft Indonesia Irwan Tirtayadi mengatakan tahun 2005 sekitar 87% perangkat lunak komputer di pasar Indonesia adalah bajakan,"

Entah sampai kapan negeri ini dipermalukan,, setelah mendapat juara peringkat teratas tentang korupsi, kemiskinan, sekarang pembajakan.. Fiuuh... Kasihan praktisi dan teknisi TI yang telah bekerja keras menciptakan berbagai aplikasi sementara aplikasinya dibajak (dikopi dan diperbanyak tanpa izin pencipta). Capek-capek dibuat kok tidak dihargai? Gimana nantinya bila kreator TI benar-benar capek? Sudah tidak mau menciptakan suatu terobosan lagi. Apa jadinya bangsa ini tanpa mereka?

Sepertinya pembajakan sudah menjadi darah daging negeri ini. Percuma juga bila pemerintah membuat Undang-undang tentang Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI) UU no. 19 tahun 2002 bila hukum di Indonesia belum ditegakkan dan masih pandang bulu.

Solusinya menurut saya pemerintah harus mempercepat program I-GOS (Indonesia Go Open Source). Jangan diundur-undur mengingat kesepakatan Memorandum of Understanding antara Ditjen HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual) dengan Microsoft Indonesia. Dengan program I-GOS saya berharap selain untuk mengurangi pembajakan hal ini juga akan membuat user Indonesia lebih kreatif. Majulah Terus IT Indonesia!!!

>> STOP PEMBAJAKAN <<

Tentang Open Sistem

Mungkin diantara kita mengetahui definisi dari open source. Tapi apakah kalian sudah tahu apa itu Open System?

Berbeda dengan Open Source karena Open System sendiri bekerja dalam suatu Open Source. Open System memungkinkan user untuk dapat menjalankan aplikasi atau software di berbagai platform (kolaborasi antar platform) dan hal ini dapat membuat user semakin nyaman.. Trims..

Rabu, 26 November 2008

Kecurangan IT

Telah banyak kecurangan-kecurangan pelaku IT yang tanpa kita sadari telah terjadi disekitar kita. Kecurangan IT disini bukan termasuk kategori kriminal.

Semisal saja perusahaan besar septerti Microsoft, membiarkan para pelajar dan user perorangan menggunakan OS Windows Microsoft bajakan, dengan ketentuan perusahaan atau bisnis kecil seperti warnet yang menggunakan Windows harus menggunakan OS Windows yang asli..

Contoh lain, antivirus dari rusia (Kapersky) yang membiarkan para user membeli yang bajakan,, ternyata setelah 6 bulan user dijebak untuk dengan sistem yang meminta update kapersky yang asli. Perusahaan perangkat jaringan CISCO menyelenggarakan CISCO Akademi yang berbasiskan teknologi CISCO.

Dari instansi negeri ternyata juga ada,, pihak yang membocorkan soal UTS dengan menggunakan sistem IT,, serta dari bidang kesehatan sistem verifikasi untuk Akseskin telah dimanipulasi oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

Dan tentu saja diluar sana masih banyak kecurangan IT yang dilakukan..

LSP Telematika Jadi "Calo Sertifikat"

Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Telematika dikawatirkan melakukan penyimpangan menjadi 'Calo Sertifikat' layaknya sertifikat palsu yang sebelumnya banyak beredar di kalangan pejabat teras..
Hal ini terlontar sendiri oleh Hidayat Tjokrodjojo, Ketua LSP Telematika. Ia mengaku sempat mengkhawatirkan ajang sertifikasi ini jadi ajang untuk 'calo sertifikat'..

Bagaimana tidak Lembaga Sertifikasi Profesi Telematika yang didirikan oleh Victor Terenathe ini merupakan lembaga seriftifikasi umumnya yang bertujuan mencari profit.

Bila memang LSP Telematika bertujuan ingin memajukan IT Indonesia mengapa hanya memberikan ujian tanpa diadakannya pelatihan terlebih dahulu. Disini sudah terlihat jelas lembaga ini hanya mencari keuntungan yang sebesar-besarnya.

Padahal bila kita perhatikan LSP Telematika ini masih berada dibawah naungan pemerintah, dimana seharusnya mendapatkan subsidi dari pemerintah. Sedangkan biaya yang dibutuhkan untuk mengikuti ujian sangatlah besar, misalkan saja untuk paket
Senior Network Administrator dibutuhkan biaya Rp. 1.300.000 Hanya untuk mengikuti ujian (tanpa pelatihan.red). Wah.. wah.. wah.. mahal sekali?? Wajar sekali bila ada kekhawatiran lembaga ini hanya untuk orang yang berduit..... lihat http://www.lsp.telematika.or.id/

Dengan adanya sertifikasi "yang tidak jelas ini" dikhawatirkan membuat lulusan Sarjana Komputer menjadi tidak berharga. Apakah mereka yang bersetifikasi dari suatu lembaga/ instansi IT sudah layak kerja?? Mungkin sebagian sudah tetapi belum bisa disebut profesional IT.

Tidak ada salahnya LSP Telematika berdiri, dengan begini profesi IT lebih diakui dalam dunia kerja. Tetapi perlu di bereskan lagi sistemnya. Demi kemajuan Profesional IT Indonesia. Trims

Harga Seorang Profesional IT

Kalau berbicara profesi IT (Information Technology) pasti banyak orang yang menggelutinya,, tapi apakah mereka sudah disebut "profesional" IT itu sendiri ?? Saya rasa masih banyak yang belum (termasuk saya).

Maraknya lembaga pelatihan dan pendidikan formal maupun non-formal yang mendidik dan menghasilkan lulusan di bidang IT, adalah salah satu contoh makin digemarinya lahan kerja yang satu ini. Meski boleh dibilang tidak murah namun banyak lulusan SMU/sederajat yang akhirnya memilih pendidikan lanjutan di bidang IT. Hasilnya makin banyak tenaga terampil di bidang IT yang siap kerja (meski tidak sepenuhnya terampil). Ironisnya dengan membanjirnya tenaga ahli dibidang IT menjadikan tenaga ahli dipandang hanya sebagai pekerja. Hal ini dapat dilihat dari upah minimum yang diterima tenaga ahli dibidang IT.

Tak jarang para ahli bidang IT hanya sebagai pelengkap dperusahaan swasta ataupun insatansi pemerintah. Anggapan bahwa keahlian IT itu hanyalah keterampilan kerja dan bukan keahlian profesi juga menjadi salah satu penyebab. Serta timbulnya persaingan tidak sehat diantara sesama pekerja IT, menyebabkan harga seorang profesional IT semakin rendah.

Padahal tahun demi tahun kebutuhan seluruh sektor pekerjaan akan bidang IT semakin meningkat, dan kini hampir seluruh sektor pekerjaan berkaitan dengan IT secara langsung maupun tidak langsung. Boleh dikatakan IT kini telah menjadi bagian terpenting bagi perusahaan. Tapi lagi-lagi mengapa upah yang diterima pekerja IT masih sangat minim bila dibandingkan dengan pentingnya IT?

Mungkin inilah saatnya kita mulai berbenah dan mengklarifikasi bahwa keterampilan di bidang IT bukanlah keterampilan kerja biasa, melainkan sebuah keterampilah profesi. Dan pengklasifikasian serta diversifikasinya pun dapat menjadi lebih jelas… sebagaimana kita melihat, misalnya dibidang kesehatan terlihat jelas klasifikasi dokter, perawat, apoteker dst. Didalam bidang IT pun, seharusnya kita membedakan diri dengan jelas antara operator, administrator, teknisi, webmaster, programmer, dst.

Mengapa? hal ini sangat berkaitan erat dengan bagaimana kita dapat mengangkat HARGA seorang profesional IT, sebagai sebuah profesi keterampilan khusus. Sudah saatnya IT dihargai sebagai profesi yang khusus dan para pekerja dibidang IT mendapakatkan penghasilan yang selayaknya..

God Bless U All . . .